Emotional Intelligence
Seberapa penting Emotional Intelligence?
Emosi adalah suatu perasaan atau gejolak jiwa yang muncul di dalam diri seseorang sebagai akibat dari adanya rangsangan, baik dari dalam diri sendiri maupun dari luar (Miswari, 2017). Emosi sangat berhubungan dengan kondisi psikologis dan suasana hati seseorang. Menurut (Krech, Crutchfield, & Livson, 1974) kegembiraan, kemarahan, ketakutan, dan kesedihan kerap kali dianggap sebagai emosi yang mendasar (primary emotions). Jadi berdasarkan teori tersebut, Emosi berkaitan dengan akibat dari tindakan yang di lakukan seseorang atas suatu hal.
Emosi terdiri atas "emosi positif" dan "emosi negatif". Emosi positif seperti perasaan bahagia, beryukur, bangga, dan rasa tenang. Emosi negatif adalah marah, Seperti rasa iri, dengki, cemburu dan hal tersebut akan berdampak negatif terhadap kondisi fisik dan psikis seseorang.
Bagi para psikoanalisis, istilah kepribadian adalah pengutamaan alam bawah sadar (unsconscious), yang berada di luar alam sadar yang membuat struktur di warnai dengan emosi (Fazalani, 2021). Mereka beranggapan, perilaku seseorang hanya sekedar permukaan fisik karakteristiknya untuk memahami secara mendalam kepribadian seseorang harus diamati gelagat simbolis dan pikiran yang paling mendalam dari orang tersebut. Pengalaman masa kecil individu bersama keluarga juga merupakan salah satu indikator pembentuk kepribadian seseorang.
Jadi, Emotional Intelligence (Kecerdasan Emosional) merupakah salah satu hal yang mempengaruhi karakteristik kepribadian seseorang, Selain itu ada beberapa faktor lainnya seperti pengaruh lingkungan, pola asuh, dan pola hidup seorang individu.
Sumber :
- Ratnasari Sri Langgeng, Supardi, dan Herni Widya Nasrul."Kecerdasan Intelektual, Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Spiritual, dan Kecerdasan Linguistik Terhadap kinerja karyawan". 2020.
- Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia p–ISSN: 2541-0849 e-ISSN: 2548-1398 Vol. 6, No. 7, Juli 2021.
- Goleman, Daniel. Kecerdasan Emosional. 1995.

Komentar
Posting Komentar