Jaga Hati, Awas Toxic Relationship!
Kebahagiaan merupakan kepuasan atas kebutuhan dasar dalam hidupnya (Grimaldy, 2017). peristiwa - Peristiwa yang di persepsikan oleh individu secara positif dan menyenangkan akan menghasilkan kebahagiaan (Puspita Dewi, 2016). Salah satu momen dari kebahagiaan, yaitu adanya orang yang di anggap spesial. Beberapa orang menganggap bahwa ada hubungan yang erat dengan hal - hal yang menarik dan romatis. Namun, ada beberapa individu yang tidak merasakan hubungan cinta yang manis dan romantis seperti yang digambarkan di film-film.
Apa itu Toxic Relationship?
Menurut Dr. Lillian Glass oleh Bagus Wismanto, mendefinisakan bahwa toxic relationship adalah hubungan yang tidak saling mendukung satu sama lain, dimana salah satu pihak berusaha memiliki kontrol yang lebih besar terhadap pihak lain. Jadi, toxic Relationship adalah hubungan yang tidak sehat bagi diri sendiri dan orang lain. Toxic relationship juga dapat diartikan sebagai gangguan emosional yang diakibatkan oleh ketidaknyamanan diri terhadap lingkungan. Dalam hal ini mengacu kepada beberapa masalah yaitu, masalah pribadi, masalah keluarga, ekonomi, sosial, percintaan, dan gejolak batin. Individu yang pernah menjalin hubungan toxic relationship baik sebagai pelaku maupun korban akan terkena dampak negatif secara psikologis terhadap dirinya, Seperti terjadinya konflik batin. Hal tersebut akan berakibat menjadi kecemasan, kemarahan, depresi, bahkan rasa trauma.
Dampak Toxic Relationship
Toxic Relationship dapat menyebabkan kerusakan kondisi fisik dan psikis seseorang. Drama yang terus - menerus terjadi dalam suatu hubungan dapat mengalihkan pikiran kita dari hubungan lain dalam hidup ini. Bahkan akan menyebabkan rasa isolasi sosial yang dapat menyebabkan masalah lain, seperti depresi bahkan kualitas tidur yang buruk. Hubungan yang beracun (Toxic Relationship) akan membuat kita mengorbankan rutinitas normal yang dilakukan, seperti olahraga, hobi, dll. Pengorbanan ini dapat menyebabkan penurunan kesehatan fisik dan mental secara keseluruhan dari waktu ke waktu.
Cara Mengakhiri Hubungan Toxic Relationship
Ada beberapa cara yang dapat di lakukan untuk mengakhiri hubungan toxic relationship, yaitu :
1. Memberitahu orang tersebut secara langsung bahwa anda memilih untuk mengakhiri hubungan dan
menyebutkan alasannya.
2. Membiarkan hubungan memudar seiring waktu, perlahan-lahan mengurangi komunikasi dengan
orang tersebut.
3. Menghentikan komunikasi segera (terutama jika hubungan tersebut mengancam keselamatan Anda).
Jadi, kesimpulannya dalam menjalani hubungan terutama yang berkaitan dengan pasangan tidak semua orang menyadari bahwa hubungan tersebut dapat berubah menjadi hubungan yang tidak sehat. Bahkan beberapa orang tidak menyadari bahwa hubungannya sudah tergolong toxic dan beberapa yang sudah mengetahui memilih untuk bersikap denial dibandingkan mengakui bahwa hubungan dengan pasangannya sudah tidak sehat sehingga mereka cenderung merasa tertekan, minder, dan depresi. Toxic Relaltionship ini bisa terjadi kepada siapa saja tanpa memandang jenis kelamin dan dalam menjalin hubungan berpacaran tidak menjadi jaminan lama atau sebentar ketika menjalin hubungan tidak terjadinya toxic relationship.
Sumber :
- Jurnal Psikologi Integratif. Vol. 8, Nomor 1, 2020 Halaman 103-115
- Elizabeth, Scott Phd. 2025. What To Know If You're Concerned About a Toxic Relationship. 2025.
- Wara Cera Keny, Rayhan Febrian Syahputra, Dhimas Rizky Pratomo. 2023. Pengalaman Toxic Relationship dan Dampaknya Pada Kalangan Generasi Muda.
Komentar
Posting Komentar