Stop, Menjadi People Pleaser!



Gambar : Bisnismuda.id


Menurut Merriam & Susan Newman (2023), People Pleaser adalah seseorang yang selalu berusaha melakukan sesuatu tanpa memikirkan diri sendiri sehingga orang lain merasa senang. Pengertian lain dari people pleaser adalah orang yang menempatkan kebutuhan atau keinginan orang lain di atas kebutuhan dan keinginan diri sendiri. Apabila seorang individu terus - menerus terpapar tekanan sosial dan kebutuhan untuk memenuhi ekspektasi atau norma, Hal ini dapat mendorong seseorang untuk berperilaku sebagai people pleaser. Ciri khas dari "People Pleaser" adalah kesulitan untuk menolak permintaan orang lain. Mereka cenderung mengorbankan waktu, tenaga, bahkan kesehatan demi memenuhi harapan orang lain, karena mereka akan merasa cemas apabila harapan tidak terpenuhi. 


What Makes Someone a People Pleaser?

Orang yang berusaha menyenangkan orang lain terlalu berharap akan mendapatkan penerimaan dari orang lain dan mereka melihat penerimaan itu hanya berasal dari interaksi sosial yang positif. Dua alasan yang terlintas dalam pikiran adalah gaya keterikatan dan bagaimana kita bersosialisasi. Orang yang memiliki keterikatan yang tidak aman, terutama mereka yang takut ditolak oleh orang lain  cenderung menghindari potensi penolakan dengan berbagai cara termasuk berusaha menyenangkan orang lain (Set, 2019).


The Impacts Is Negative, Pleasing People:

1. Stress dan tekanan mental

Sering merasa terbebani oleh tanggung jawab untuk memenuhi harapan orang lain, sehingga menyebabkan perasaan cemas bahkan akan menyebabkan tekanan mental yang berkepanjangan. Aktivitas yang berlebihan demi menyenangkan orang lain sering kali membuat mereka kewalahan, sehingga kesehatan mental mereka terancam. 

2. Kelelahan fisik dan emosional

Kelelahan  fisik dan emosional merupakan dampak yang sering di alami oleh people pleasure. Mereka merasa letih karena terus - menerus berusaha untuk bersikap baik dan ramah. Rasa lelah ini akan mempengaruhi psikis dan kondisi fisik seseorang yang bahkan akan berujung menjadi gejala depresi atau kecemasan.

3. Kehilangan jati diri

People pleaser kerap kali membuat seseorang kehilangan jati diri mereka. Mereka sulit untuk mengetahui kebutuhan dan sifat asli diri sendiri. Hal ini terjadi karena mereka hanya  berfokus untuk menyenangkan orang lain. Lama - kelamaan mereka akan bingung mengenai jati dirinya, yang dapat mempengaruhi hubungan sosial dan pribadi seseorang. 


How to Stop People Pleasing

1. Menetapkan Batasan 

Mengidentifikasi batasan apa saja yang dapat di lakukan untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan kebutuhan orang lain. Hal ini dapat membantu seseorang untuk mengelola ekspektasi orang lain, dengan hal ini mereka dapat menentukan kapan dan dalam situasi apa mereka bersedia untuk membantu tanpa harus merasa tertekan untuk memenuhi permintaan orang lain.

2. Bersikap Tegas Dalam Bertindak  

Harus bersikap tegas agar tidak merasa bersalah saat sedang menolak permintaan orang lain, terutama jika permintaan tersebut berpotensi akan merugikan diri sendiri. Sikap asertif ini membantu individu untuk mengambil kontrol atas kehidupan mereka 

3. Memprioritaskan Kebahagiaan Diri Sendiri 

People Pleaser harus belajar bahwa kebagaiaan bukan hanya bergantung pada pujian atau pengakuan dari orang lain. Menciptakan kebahagiaan untuk diri sendiri dengan belajar mencintai diri sendiri dan menghargai waktu pribadi merupakan langkah penting dalam proses ini. Jika perubahan ini sulit di lakukan sendiri bisa meminta bantuan dari profesional. 


Sumber :

  • Narasi Tv. 30 Januari 2025. Apa Itu People Pleaser? Definisi dan Cara Menghentikannya.
  • Rivasya Rahman Alfahmi, Sharesa Rahma Fateha, Widya Puji Syarifatulmillah, Febia Lestari, Siti Hamidah, M,Pd. 2024. Kajian Mendalam Mengenai People Pleaser Dan Dampak Psikologis bagi Pelakunya
  • Psycoterapy, Spiritual Directer, Retreats and Workshop. 2024. How To Stop Being a People Pleaser. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Emotional Intelligence

Jaga Hati, Awas Toxic Relationship!