Mengulas 1 Buku Karya David J. Lieberman "The Psychology Of Emotion"




Sebenarnya Alasanmu Marah Itu Apasi?

"Ketika ego berkuasa, kita bukan terdorong untuk melakukan sesuatu yang memang baik, melainkan sesuatu yang membuat kita terlihat baik".

Kita selalu mencoba untuk mengorbankan sesuatu yang penting karena tidak dapat mengalahkan desakan hasrat, yaitu untuk mendapatkan pujian atau persetujuan orang lain. Kita kehilangan rasa hormat terhadap diri sendiri, bukannya mencintai diri sendiri tetapi malah sebaliknya. Hal itu membuat kecenderungan terhadap kegiatan - kegiatan yang dapat merusak diri, seperti makan berlebihan, penyalahgunan alkohol dan obat terlarang, serta pengalihan perhatian terhadap penyimpangan yang tanpa arti. Jika kita tidak mencintai diri sendiri, kesediaan kita untuk menahan rasa sakit walaupun hanya sebentar saja demi mendapatkan keuntungan jangka panjang akan memudar. 

Sudut pandang memiliki peran penting terhadap kesehatan mental seseorang. Sudut pandang yang menyempit membuat ego menjadi lebih tinggi, sehingga kita cenderung melihat sesuatu hanya dari sudut pandang sendiri. "Jika tidak ada salah di diriku, pasti ada yang salah dengan mereka". Contoh kalimat yang menggambarkan opini dari satu sudut pandang saja, yaitu "diri sendiri". Salah satu pemicu marah adalah ketidakstabilan emosi. 

Salah point utama dalam buku ini adalah sudut pandang, ketika kita memahami cara mengubah sudut pandang, kita mampu melihat peristiwa-peristiwa hari ini melalui lensa hari esok yang lebih bijaksana dan adil. Saat kita mulai menyadari meskipun beberapa waktu kemudian apa yang benar - benar penting, kita tidak lagi perlu memaksa diri untuk tetap tenang. Pikiran, perasaan, dan respons kita terhadap situasi apa pun akan berubah dengan sendirinya. Emosi - emosi negatif seperti ketidaksabaran, rasa tidak aman, dan kemarahan pun perlahan menghilang, bukan karena kita berjuang mengendalikannya melainkan karena kita memandang setiap situasi apa adanya.

Di buku ini dijelaskan ada 2 jenis jenis orang ketika sedang emosi, yaitu tipe reaktif dan tipe proaktif. Tipe reaktif adalah tipe yang mudah untuk terpancing emosi, ketika ada suatu pemicu yang membuat seseorang kesal. Lalu tipe proaktif adalah tipe yang cenderung bisa lebih tenang apabila ada suatu pemicu, yaitu dengan memikirkan solusi. 

Jadi, Buku "The Psychology of Emotion" menunjukkan bagaimana cara mengubah sudut pandangmu secara permanen. Perubahan ini secara otomatis membuat masalah - masalah kecil dalam hidup menghilang dari radarmu, sementara masalah - masalah besar tidak lagi muncul sebagai ledakan emosi berupa kekesalan atau kemarahan yang tak terkendali. Sebaliknya, setiap persoalan akan dilihat melalui lensa penerimaan yang autentik dan lebih tenang. Temukan cara sederhana untuk hidup bebas dari kemarahan dan tidak mudah baper, kecuali jika memang kamu memilih untuk merasakannya.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Emotional Intelligence

Jaga Hati, Awas Toxic Relationship!

Stop, Menjadi People Pleaser!