Pentingkah Untuk Menerapkan Self Love?


Kalau kita tidak bisa mencintai diri sendiri, maka siapa yang akan mencintai diri kita?

Ketika pertanyaan itu muncul walau terlihat sederhana, tetapi sangatlah penting untuk diri kita karena dapat mempengaruhi kehidupan kita kedepannya. Ketika kita berpikir bahwa kita adalah seorang yang tidak berharga, tidak layak dan buruk, maka semua hal yang kita lakukan seperti tidak penting bahkan hal terburuknya akan membuat kita untuk membenci diri sendiri. Tetapi, jika kita berpikir sebaliknya maka semua hal yang akan kita lakukan seperti bermanfaat dalam kehidupan dan kita bisa mencintai diri sendiri. 

Untuk mengenal dan mencintai diri sendiri membutuhkan waktu yang sangat lama. Dan kita perlu tau bahwa diri kita berhak bahagia. Self Love merupakan suatu hal penting yang dapat di terapkan dalam diri untuk menjaga kesehatan mental dan mengoptimalkan potensi diri. Self Love memiliki arti, yaitu mencintai kondisi diri sendiri dari segala sesuatu secara utuh. Mencintai diri sendiri (Self Love) adalah suatu apresiasi terhadap diri sendiri yang bersifat dinamis, yang tumbuh dari tindakan yang mendukung pertumbuhan fisik, psikologis, dan spiritual (Khosaba, 2012). Menurut Henschke dan Sedlemeier (2021), self love merupakan sikap kebaikan terhadap diri sendiri yang dapat dipelajari dan bertahan seumur hidup. 

Seseorang yang telah melakukan self love terhadap dirinya akan tetap kuat saat menghadapi suatu kegagalan atau mengalami kekecewaan serta mudah untuk mencintai diri sendiri. Individu yang telah menerapkan self love akan berusaha untuk memahami dan menghadapi dirinya sendiri, menerima kekuatan dan kekurangan diri sendiri, membangun hubungan sehat secara sadar dan aktif (Henschke & sedlemeier, 2021). Jika self love dapat dikombinasikan dengan beberapa sifat seperti motivasi, kejujuran, keyakinan, kepercayaan diri, dan semangat akan membangun kepercayaan diri yang kuat bagi seseorang. Dari situlah kita akan belajar untuk menghargai dan merawat kondisi diri sendiri bukan merasa insecure atau membandingkan diri mereka dengan orang lain. 


Korelasi Self Love Dan Ketahanan Mental 

Penerapan Self Love memiliki dampak psikologis dan fisiologis yang nyata. Self Love memiliki tingkat korelasi positif yang signifikan dengan kebahagiaan dan kepuasan hidup. Individu yang memiliki tingkat penerimaan diri yang tinggi cenderung lebih tangguh saat menghadapi tekanan sosial. Secara biologis, sikap keras terhadap diri sendiri memicu sistem ancaman tubuh. Dan sebaliknya, sikap lembut dan suportif terhadap diri sendiri memicu pelepasan oksitoksin dan endorfin, hormon yang memberikan rasa aman dan tenang. Oleh karena itu, self love secara biologis dapat meredam stres yang kerap di alami oleh seseorang. 


Pentingnya Self Love Bagi Seseorang

1. Meredam Kecemasan Dan Depresi

Seseorang yang memiliki tingkat self love yang rendah cenderung rentan terhadap kritik diri yang ekstrem dan mudah jatuh ke dalam putaran emosi yang negatif. Tetapi, dengan self love seseorang mampu memandang kegagalan sebagai proses belajar bukan sebagai vonis diri atas ketidakmampuan. 

2. Meningkatkan Ketahanan Mental 

Individu yang mencintai diri sendiri, saat terjadi masalah mereka mempunyai bantalan emosional yang lebih tebal. Cenderung lebih cepat untuk bangkit dari keterpurukan karena tidak menghabiskan emosi untuk menyalahkan diri sendiri, karena lebih fokus terhadap solusi dan cara pemulihan. 

3. Membentuk Pola Hubungan Yang Sehat

Self love menetapkan standar bagaimana orang lain boleh memperlakukan seseorang. Ini merupakan salah satu pencegahan untuk menjauhkan dari hubungan yang manipulatif dan bersifat merugikan.

4. Mendorong Produktivitas Yang Berkelanjutan

Self Love mengajarkan produktivitas yang memprioritaskan keseimbangan dan pemulihan diri. Seseorang yang mencintai dirinya, tahu kapan harus memacu dirinya dan kapan waktunya berhenti untuk istirahat. Kebiasaan ini dapat mencegah burnout atau kelelahan kronis yang justru bisa mematikan kreativitas dalam jangka panjang. 


Langkah - Langkah Membangun Self Love

1. Memulai Dengan Kesadaran Penuh

Mulai dengan menyadari dialog internal. Apakah suara di kepala cenderung mengkritik atau mendukung? yaitu dengan mengganti narasi negatif dengan narasi positif. 

2. Detoksifikasi Media Sosial

Melakukan kurasi terhadap konten yang dikonsumsi. Kurangi penggunaan akun yang akan berakibat buruk bagi kondisi mental diri sendiri. Perbanyak asupan mengenai konten yang edukatif dan inspiratif. 

3. Menetapkan Batasan Sehat

Berani menolak dengan berkata "Tidak" bagi suatu yang akan memberikan dampak yang merugikan bagi diri sendiri, baik dalam pergaulan maupun dalam lingkungan kerja. 

4. Mencari Bantuan Profesional

Jika perasaan benci terhadap diri sendiri sudah mengganggu fungsi produktivitas sehari - hari bisa berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Di tengah maraknya dunia digital, dengan tuntutan sosial yang tinggi self love hadir untuk menjaga kondisi mental seseorang yaitu dengan bisa menerima kekurangan dan kelebihan diri secara utuh. 


Sumber :

  • Aryani, Ine Kusuma. 2022. Fungsi "Self Love" Pada Perkembangan Kepribadian. 
  • .Khumairoh Annisa, Nafisah Charisma, Azzahra Anggun, Annisa Siti Solikah Satradanie, AqvinaRahma Diyanti, Sidney Tsany Chavvah Abenza. 2024. "Self Love Pada Remaja SMA".
  • Ajijah, Shifa Lupia. 2026. Mengenal Self Love Dan Cara Memulainya.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Emotional Intelligence

Jaga Hati, Awas Toxic Relationship!

Stop, Menjadi People Pleaser!