Stop Overthinking! Otaku penuh, Pikiranku penuh.
Sumber : Greekvanourek
Terlalu banyak berpikir akan membuat kita menjadi susah untuk membuat keputusan. Meskipun tampaknya menganalisis setiap hal detail akan menghasilkan jawaban yang terbaik, hal tersebut kerap kali membuat kita terjebak dalam siklus kekhawatiran dan keraguan yang mencegah untuk bertindak. Cemas dan rasa khawatir akan selalu melekat dalam diri seorang individu. Setiap keputusan yang kita ambil pasti melibatkan dua hal tersebut, hanya saja tingkatannya yang berbeda. Kita harus mengolahnya dengan baik agar hidup ini bisa dijalani dengan seimbang.
Menurut Sigmund Freud, Kecemasan sebagai respon emosional yang kompleks dan berhubungan erat dengan konflik internal yang tidak disadari. Dalam teorinya, Kecemasan timbul saat seseorang menghadapi dorongan yang bertentangan antara keinginan bawah sadar dan tuntutan realitas. Freud melihat kecemasan sebagai mekanisme perlindungan diri yang memicu perilaku untuk menghindari ancaman, baik fisik maupun psikologis.
Penyebab Overthinking biasanya bermacam - macam, pada umumnya terjadi ketika seseorang sedang mempertimbangkan suatu keputusan, mencoba memahami tindakan atau keputusan orang lain, memprediksikan masa depan, dan merefleksikan apa yang telah terjadi. Seseorang yang mengalami overthinking cenderung akan merasakan beban pikiran yang berlebihan sehingga akan berdampak terhadap kebermaknaan hidup. Sebenernya, kita hanya merasa 'penuh', definisi penuh disini adalah rasa yang sedang dihadapi dan sesuatu yang sangat mengganggu pikiran.
Tanda - tanda bahwa kamu terlalu banyak berpikir, yaitu:
- Ketidakmampuan untuk memikirkan hal lain.
- Ketidakmampuan untuk rileks.
- Terus - menerus merasa khawatir atau cemas.
- Terpaku kepada hal -hal di luar kendali.
- Merasa kelelahan dalam mental.
- Memiliki banyak pikiran negatif.
- Mengulang - ngulang situasi atau pengalaman dalam pikiran.
- Meragukan keputusan sendiri.
- Memikirkan semua skenario terburuk.
- Alihkan pikiran anda, penelitian telah menemukan bahwa mengalihkan perhatian dari pemicu stres dengan melakukan aktivitas positif. Otak akan menemukan cara yang lebih baik untuk menemukan solusi saat pikiran tersebut dialihkan, contohnya melakukan hobby, dll.
- Buang pikiran negatif, ingatlah bahwa pikiran anda bukanlah fakta. Tidak setiap pikiran yang dimiliki akan benar, akurat, dan realistis. Belajar tentang bagaimana membingkai ulang pikiran tersebut dengan cara yang lebih positif dan dapat membantu mengurangi kecenderungan untuk terlalu banyak berpikir.
- Tingkatkan keterampilan interpersonal, studi telah menemukan bahwa meningkatkan keterampilan interpersonal dapat membantu menghentikan kebiasaan terlalu banyak berpikir. Cara untuk mengembangkan keterampilan, yaitu : Meningkatkan kesadaran diri, Meningkatkan kepercayaan diri, Mempraktikan pengendalian diri, Belajar bersikap tegas, dan menetapkan batasan.
- Meditasi, meditasi bisa menjadi media paling ampuh untuk mengarahkan pikiran ke arah yang lebih positif. Tujuannya bukan untuk mengosongkan pikiran, tetapi untuk memfokuskan kepada suatu hal positif.
Jadi dapat ditarik kesimpulan, berpikir adalah sebuah proses, dan proses terbesarnya adalah ketika memikirkan segala sesuatu yang berkaitan dengan kepentingan bersama. Sayangnya orang - orang yang overthinking, atau orang - orang yang pada awalnya mempunyai tujuan untuk menelaah masalah yang dialami, justru terjebak dalam pikirannya dan tidak bisa keluar.
Sumber :
- Retno, D. N. "Yang Merasa Overthinking"
- Utami, Pratiwi. 2024. "Take A Deep Breath And Relax, Seni Menghilangkan Rasa Cemas Dan Pikiran Yang Berlebihan".
- Morin, Amy. 2025. "How To Stop Overthinking".
- Sofia Lisda, Ayunda Ramadhani, Elda TrialisaPutri, As' Liyanti Nor. 2020. "Mengelola Overthinking Untuk Meraih Kebermaknaan Hidup".

Komentar
Posting Komentar